You are here
Home > Netijen Sharing > Air Putihnya Orang Kaya

Air Putihnya Orang Kaya

AIR PUTIHNYA ORANG KAYA
Bambang Wahyu Nugroho
Twitter: @bambangwn

Fulanah adalah nama cewek cakep berjilbab, lagipula anak orang tajir – jir. Ayahnya jadi bendahara di salah satu Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Kota Yogya.

Suatu kali, untuk pertama kalinya saya nekad uji nyali bersilaturahmi atau berta’aruf dgn Fulanah. Tepatnya, apèl 😀. Biasanya cm melihat dari luar pagar, kali itu saya memasuki rumah bergaya Spanyol yang sangat megah dan ruang tamu yang mewah… Keder juga ketika bersirobok dengan pelototan mata ayahnya yang mungkin penuh rasa curiga kepada anak muda kumuh kayak saya ini. Walau begitu saya tetap menyalaminya,

“Assalamu’alaikum, pak Abu… saya Bam…”
“Wa’alaikum salam, silakan,” Ayah Fulanah menyuruh saya duduk.
“Ada perlu apa ya dik?”
“Saya mau menemui mbak Fulanah, pak…”
“Hmm…” eh, nggak bilang apa2 lagi, ayah Fulanah langsung pergi ke dalam…

Di ruang tamu itu, duduklah saya di sofa ukir asli Jepara dengan balutan kulit dan spons berkelas yang empuk luar biasa. Lantas, seorang pembantu keluar dan menawari saya minuman.

“Minum apa mas, teh apa kopi?” tanyanya.
“Air putih saja mbak…” saya coba merendah. Pembantu itu pun masuk lagi. Sy menunggu cukup lama sampai Fulanah keluar menemui saya. Hmm. Cantik, wangi, jilbabnya bagus. Menatapnya sekilas saja bikin sesek dada saya. Asli!

“Assalamu’alaikum, sudah lama nunggu ya mas?” suaranya merdu, agak alto seperti Maudy Koesnaedy. Tambah sesek saya.
“Wa’alaikum salam… eh, iya sudah… lama, eh, nggak, baru aja kok… eh,” jelas nervous saya.

Suasana sedikit cair ketika pembantunya keluar membawa nampan menumpu dua gelas berisi air putih.
“Silakan mas diminum…” kata Fulanah setelah pembantunya pergi.
“Terima kasih… kamu minum air putih juga?” tanya saya.
“Ya iya lah kan mas mintanya cuma air putih, ya saya menyesuaikan aja…” jawabnya.
Kami pun ketawa bareng…

“Hmm, Fulanah ini anak orang kaya tapi rendah hati juga…”

Batinku..


Setelah berbincang sejenak, Fulanah masuk karena dipanggil ayahnya. Pas saya mau minum lagi, saya perhatikan gelas Fulanah. Lha kok seperti beda isinya? Di gelas saya air putihnya bening dan “tenang” sementara di gelas Fulanah airnya bening juga tapi muncul bulatan2 kecil udara dari bawah meluncur ke atas…

Tengak-tengok sebentar, ngerasa aman, saya angkat gelasnya dan saya cicipi minuman Fulanah! Hah manis dan semriwing! Spr–e!

Tiba tiba saya merasa jadi kaum proletar….
😀😀😀

Madi
Bukan siapa-siapa. Sekadar berbagi, menampilkan sisi humor Muhammadiyah yang selama ini jarang terekspos.
Top
%d bloggers like this: