You are here
Home > Netijen Sharing > Eyang Habibie Yang Menginspirasi

Eyang Habibie Yang Menginspirasi

Sewaktu kecil aku tinggal di Makassar, kota yang dulunya bernama Ujung Pandang, Sulawesi Selatan. Makassar ini masih satu propinsi dengan Pare-Pare, kota kelahiran B.J. Habibie. Pada saat itu aku baru mengenal nama beliau, Pak Habibie, sebagai salah satu orang jenius di Indonesia. Pintar buat pesawat, begitu kata bapakku.

Bapakku yang lulusan STM (saat ini SMK) dan bekerja sebagai teknisi lapangan pada waktu itu, tentunya menaruh harapan bahwa anak-anaknya bisa berprofesi lebih baik dibandingkan dirinya dalam bidang teknik (teknologi). Role model dalam bidang teknik oleh bapakku pada waktu itu tentulah Pak Habibie.

Sejak itu, aku berusaha untuk punya cita-cita tinggi. Berjuang dari sekolahan swasta rata-rata di daerah, pindah ke pulau Jawa (Semarang) di sekolah yang kekurangan kelas (masuk siang) hingga saat hendak memilih jurusan untuk kuliah pun tidak jauh-jauh: Teknik Elektro (seperti bidang bapakku), Teknik Aeronautika / Penerbangan (seperti keahlian pak Habibie, begitu kata bapakku) dan Teknik Industri (ada ilmu teknik dan manajemennya). Meskipun pada akhirnya yang kujalani jatuh pada pilihan yang terakhir, karena memperhitungkan kemampuanku.

Hal yang paling berkesan bagiku adalah pidato saat Pak Habibie telah dilantik sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia. Aku menonton sendiri di televisi bahwa sirat optimisme beliau begitu kuat, aku sebagai anak muda pun merasa tertular semangatnya bahwa kelak Indonesia bisa menjadi negara maju (dengan kemajuan ekonomi, sains dan teknologi) juga keluar dari kemelut krisis waktu itu.

Maghrib hari ini terasa begitu lain, televisi yang hampir tidak pernah kami nyalakan kecuali untuk acara kesukaan Bilqis, kami hidupkan untuk menyiarkan berita tentang kepulangan beliau, Bapak B.J. Habibie. Kami merasa kehilangan, begitu juga ratusan juta anak bangsa ini dimana pun berada pasti merasa kehilangan 😢.

Innalillahi wa Inna ilaihi Roji’un. Selamat jalan Eyang Habibie, semoga amal ibadah beliau diterima oleh-Nya. Terima kasih telah menginspirasi kami untuk berani bercita-cita tinggi dan berbuat yang terbaik untuk bangsa ini 😭.

Penulis : Luqman Satriya

(Sumber Foto: Industri Pesawat, N-250, N-2130 dan N-219, Ensiklopedia Iptek, Lentera Abadi, 2007, Jakarta)

Madi
Bukan siapa-siapa. Sekadar berbagi, menampilkan sisi humor Muhammadiyah yang selama ini jarang terekspos.
Top
%d bloggers like this: