You are here
Home > Opini Media > Lelucon Tidak Masuk Akal Ala Muhammadiyah dan Aisyiyah

Lelucon Tidak Masuk Akal Ala Muhammadiyah dan Aisyiyah

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr M Saad Ibrahim MA mengatakan Muhammadiyah dan Aisyiyah sering kali membikin lelucon-lelucon yang tidak masuk akal.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Dr. M. Saad Ibrahim, MA

“Coba bayangkan, hanya mempunyai uang senilai Rp 18 juta, tapi berani memulai pembangunan gedung senilai Rp 6 miliar. Hebatnya adalah pembangunan itu bisa selesai,” kata Saad merujuk pembangunan Masjid Al Fatah Kepatihan Tulungagung.

“Inilah Muhammadiyah dan Aisyiyah yang selalu saja membikin lelucon itu,” katanya disambut tawa ratusan pimpinan dan warga Aisyiyah se-Jatim yang hadir memadati Lapangan Balai Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Hari itu, Sabtu (6/4/19), Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jatim mengadakan acara Refleksi Milad ke-105 Aisyiyah dan peletakan batu pertama pembangunan rumah pemberdayaan Aisyiyah Training Center (ATC) Nyai Walida di lokasi tersebut.

Dosen Pascasarjana UIN Maliki Malang itu UIN Maliki Malang itu pun berseloroh, mengurus Aisyiyah maupun Muhammadiyah itu jauh lebih sulit dibandingkan dengan mengurus pemerintah.

Pasalnya, mengurus Aisyiyah maupun Muhammadiyah itu tidak ada anggaran pastinya. Sementara, mengurus pemerintahan ditopang dengan APBD. Yang mana tinggal tanda tangan dana rakyat itu langsung bisa cair.

“Saya pastikan mengurus Muhammadiyah jauh lebih sulit dari ngurusi pemerintahan. Kan, tidak mungkin ada acara Gubernur, Bupati atau pejabat negara sambil mengedarkan kontak infak seperti di acara Aisyiyah ini,” candanya.

Bahkan, kata dia, para pejabat Persyarikatan hadir dalam sebuah acara tanpa ada pengawalan. “Kalau Gubernur Jatim pasti dikawal. Tapi kalau Gubernur Muhammadiyah Jatim saat menghadiri acara milad Aisyiyah hanya dikawal oleh GPS (Global Positioning System), dan akhirnya kesasar,” terangnya.

Saking mandirinya, Saad pun mengibaratkan Muhammadiyah sebagai sebuah republik yang keberadaannya selalu menopang dan mempercantik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan-jangan cantiknya Indonesia ini tidak lain karena adanya republik Muhammadiyah, sebagai bagian dari bangsa ini tentunya. Insyaallah, Muhammadiyah akan senantiasa memberi untuk negeri ini,” ungkapnya. (Aan)

Penulis : Aan, sumber pwmu.co

Madi
Bukan siapa-siapa. Sekadar berbagi, menampilkan sisi humor Muhammadiyah yang selama ini jarang terekspos.
Top
%d bloggers like this: