You are here
Home > Anekdot > Kehilangan Sepatu di UMY, Ini Respon Cak Nur

Kehilangan Sepatu di UMY, Ini Respon Cak Nur

Nurcholish Madjid atau Cak Nur, memang telah tiada. Namun kenangan dan pemikirannya masih tetap hidup di sanubari umat Islam Indonesia. Hal itu terbukti setiap tahun diadakan peringatan haul cak nur yang tahun ini memasuki edisi ke 14.

Dalam kesempatan tersebut Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir didaulat menyampaikan orasi budaya dalam acara yang digelar akhir Agustus lalu. Di sela orasinya, Pak Haedar bercerita tentang pengalamannya bersama Cak Nur.

Suatu ketika, kisah Pak Haedar, Cak Nur diundang menjadi penceramah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kebetulan Pak Haedar yang waktu itu masih berstatus sebagai asisten dosen ditugaskan untuk mendampingi beliau.

“Usai acara, Cak Nur hendak meninggalkan masjid. Sampai di teras, sepatu Cak Nur dicari kesana kemari tidak ada, ternyata sepatunya hilang.” Kisah Pak Hedar.

Cak Nur sama sekali tidak terlihat marah karena insiden tersebut. Beliau tampak tetap tenang. ” Lanjutnya.

“Cerita ini menyisakan kesan buat saya, bahwa Cak Nur begitu santun dan sabar menghadapi keadaan seperti itu, tidak sewot. Cerita tentang beliau itulah yang saya peroleh nuansa tentang moralitas luhur, padahal saat itu beliau sudah menjadi tokoh dan idola,” ucap Haedar.

Untunglah Rektor UMY waktu itu sigap dan segera menemukan solusi. Barangkali sebagai bentuk permintaan maaf, diajaklah Cak Nur ke toko sepatu. Karena masih jam 5 pagi dan toko belum buka, diketoklah pintu hingga pemilik keluar dan Cak Nur dipersilakan memilih sepatu pengganti. Ada-ada saja.

-sam

Madi
Bukan siapa-siapa. Sekadar berbagi, menampilkan sisi humor Muhammadiyah yang selama ini jarang terekspos.
Top
%d bloggers like this: